Select Page


DVN Desain – Untuk memperoleh tampilan estetik yang indah dan menawan pada hunian, desain interior lain umumnya berusaha menutupi material atau bahan dasar yang digunakan. Furnitur kayu wajib diberi finishing, plafon perlu ditutup rapat menggunakan gipsum, dan tembok semen sebaiknya dilapisi cat berwarna.

Namun, desain interior industrial justru tak takut memperlihatkan penggunaan material-material kasar secara terbuka. Kesan unfinished dengan berbagai elemen dan struktur bangunan yang terekspos dapat menampilkan keindahan yang berbeda dan konsep interior yang lebih berkarakter pada hunian.

Penggunaan Material Kayu Dan Logam

Salah satu ciri khas yang menonjol pada konsep industrial adalah material yang digunakan. Material utama yang digunakan pada desain industrial adalah kayu dan logam. Umumnya kedua material ini digunakan pada furnitur dan struktur bangunan, seperti kabinet, kursi, dan tangga.

Kayu yang digunakan dibiarkan terekspos tanpa finishing sehingga menampilkan tekstur yang lebih kasar. Sementara jenis material logam yang digunakan adalah besi, baja, stainless steel, dan alumunium. Elemen logam biasanya hadir dengan warna-warna maskulin seperti hitam dan silver memperlihatkan kesan tegas pada desain industrial.

Bata Dan Semen Ekspos Untuk Dinding Dan Lantai

Bata dan semen ekspos adalah elemen yang identik dengan desain interior industrial. Keduanya memberi efek tampilan unfinished pada ruangan sehingga tercipta nuansa yang lebih kasual sekaligus artistik.

Kesan yang ditampilkan memang dapat menghidupkan karakter ruang, tetapi penerapannya juga perlu diperhatikan. Sebaiknya, jangan menerapkan dinding berbata ekspos dan lantai semen secara bersamaan agar keduanya tak saling berebut perhatian.

Pipa Yang Terekspos

Masih mengandalkan material besi dan komponen pabrik, interior industrial tak pernah tampil dengan dekorasi yang monoton dan minim. Pada desain interior industrial, pipa besi biasanya sengaja dibiarkan terpasang melintasi setiap sudut ruangan. Dilapisi warna hitam atau abu-abu, instalasi pipa siap memperkuat tampilan maskulin dari komponen industrial yang lain.

Desain Interior Living Room

Living Room

Selain itu, elemen pencahayaan juga dapat menambah kesan industrial di ruangan. Penggunaan lampu model eddison light atau lampu gantung berbahan besi juga dapat memperkaya karakter dari desain interior industrial yang diusung.

Furniture Modern Dan Vintage

Karena desain interior industrial lahir dan berkembang di sepanjang abad ke-19, maka pengaruh desain bergaya vintage juga tak bisa dilepaskan. Elemen vintage pada interior industrial biasanya hadir melalui furnitur dan aksen motif.

Kesan vintage ini juga diimbangi dengan unsur-unsur ruangan bergaya modern, baik untuk furnitur, arsitektur ruangan maupun dekorasinya. Anda bisa menyandingkan sofa kulit vintage dengan coffee table berbahan kaca untuk menciptakan gaya industrial yang lebih maksimal.

Penataan Ruang Terbuka

Konsep penataan ruangan juga tak boleh terlewatkan. Dalam interior bergaya industrial, tata ruang terbuka yang tak dibatasi sekat masif membantu menciptakan kesan lapang. Hal ini sangat penting karena banyaknya penggunaan material ekspos yang berukuran besar dan cenderung memakan space kosong di ruangan. Maka dari itu, sebaiknya hilangkan sebagian dinding yang memisahkan ruangan, dan gunakan furnitur sebagai pembatas fungsi ruang.

Dekorasi Interior Ruang Makan

Pantry View

Jika Anda tertarik menerapkan desain interior industrial ke dalam hunian, jangan ragu untuk menerapkan langkah-langkah di atas. Tak perlu mencoba kelimanya secara langsung. Cobalah dengan bertahap, mulai dengan meminimalisir sekat dan merapikan ruangan agar terlihat lebih luas dan nyaman, sehingga lebih mudah ditata ulang konsep desainnya.

Demikian informasi mengenai 5 ciri desain interior industrial yang dikutip dari berbagai sumber.

Sumber: https://www.suara.com/lifestyle/2019/08/02/161445/kenali-lebih-jauh-ini-5-ciri-desain-interior-industrial

WhatsApp us